Rabu, 24 Agustus 2016

Persiapan Menyambut Kelahiran si Kecil

0

Artikel ini saya persembahkan untuk adikku -Fitri Nurul Zannah- yang sebentar lagi bakal ketemu sama c kecilnya. Sebuah referensi apa saja yang harus dipersiapkan menjelang kelahiran. Monggo dibaca ya Pitot (panggilan kesayangan haha)

Persiapan Kelahiran

1. Persiapan Keperluan Ibu dan Bayi

    Memasuki usia kehamilan 7 bulan, kita sudah dituntut untuk mempersiapkan segala sesuatu keperluan si kecil. Kenapa mesti 7 bulan ? entahlah yang pasti para orang tua kita seolah mengharamkan membeli perlengkapan bayi sebelum 7 bulan, istilahnya pamali. Dilihat dari sejarahnya, larangan membeli perlengakapan bayi sebelum usia tujuh bulan awalnya berkembang di kalangan masyarakat Jawa. Yang mana jika hal ini dilakukan, maka dianggap mendahului ketentuan Tuhan dan akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap janin. Tapi kita #eheemm maksudnya saya sebagai ibu baru yang melihat perlengkapan si kecil yang lucu-lucu merasa tidak sabar untuk membeli. Dan si bandel ini #saya maksudnya akhirnya mulai membeli perlengkapan si kecil di usia kehamilan 6 bulan menjelang 7 bulan dengan diawali Bismillah - semoga Allah selalu melindungi anaku . Oke, kita akan pelajari dari sisi medisnya kenapa para orang tua dulu melarang kita membeli perlengkapan sebelum 7 bulan. Berdasarkan sumber yang saya ambil dari http://www.infoyunik.com  Usia di bawah tujuh bulan merupakan usia yang masih rentan. Terlebih saat usia kandungan masih di bawah tiga bulan. Sekitar 70 % keguguran kandungan terjadi pada usia kehamilan dibawah 12 minggu atau 3 bulan ini. Sementara itu usia kandungan dinyatakan kuat dan sehat setelah memasuki umur 7 bulan. Pada usia tersebut, bayi mulai pada posisi siap lahir. Pada awal masa hamil 7 bulan ini bayi berbobot lebih dari 1 kilogram dengan panjang sekitar 38,6-39 cm.  Pada kehamilan 29-32 minggu tersebut, bayi akan  menjadi sangat aktif.  Jika kandungan ini dijaga dengan baik, maka bayi akan lahir pasa usia kandungan sembilan bulan. Mungkin itulah kenapa para orang tua melarang menyiapkan perlengkapan sebelum usia kandungan 7 bulan karena dikhawatirkan sisi psikologis si ibu ketika terjadi sesuatu pada kehamilannya. Terikat kapan boleh membeli perlengkapan bayi, semua dikembalikan pada si Ibu. Saya meyakini bahwa para Ibu baru cukup pintar memilih kapan waktu yang tepat untuk mulai menyiapkan perlengkapan bayi.

   Kembali pada topik utama tentang apa saja yang harus dipersiapkan menjelang kelahiran. Saya sarankan untuk membuat daftar Check list mana yang sudah dibeli dan mana yang belum dibelli. Berikut contoh daftar Check list yang saya ambil dari website laviebabyhouse.com.

a. Perlengkapan Bayi dan Ibu
    Pakaian     : Baju lengan panjang, baju kutung, baju tangan pendek. Jumlah yang dibeli jangan terlalu banyak karena si anak cepat besar, dulu saya beli 6 pcs untuk masing-masing baju. Celana panjang, celana pendek/pop, celana tutup kaki, 6 pcs untuk masing-masing celana. Popok bayi 2 lusin, Gurita, sebetulnya masih banyak perdebatan tentang si gurita bayi ini tapi jika memang tetap mau pakai, pakaikanlah dengan longgar karena dikhawatirkan si bayi susah bernapas. Bedongan 2 lusin, sarung tangan dan sarung kaki 3 psg, kaos kaki bayi 5 psg, topi 3 buah, jaket bayi. Slabber, sebetulnya slabber ini baru diperlukan ketika si bayi sudah MPASI tapi jika mau dipersiapkan dini, silahkan. Dan lemari pakaian bayi tentunya.

   Perlengkapan Mandi : Sabun bayi, Sampo bayi, baby oil, minyak telon, baby cream, hair lotion, baby cologne, tisu basah, tisu kering, kapas bulat, cotton bud, gunting kuku bayi, sisir, baby powder (optional), tempat sampah, Jolang mandi, handuk bayi. Untuk perlengkapan kosmetik bayi saya sarankan untuk membeli dengan ukuran kecil karena dikhawatirkan tidak cocok/alergi.

  Perlengkapan Tidur  : Box bayi (conditional), kasur bayu plus kelambu, 1 set bantal peyang, 1 set bantal biasa, selimut bayi, perlak, bouncer (optional).

  Keperluan Bepergian  : Tas bayi besar, Tas diaper, selimut topi, gendongan depan, gendongan samping. botol susu jika diperlukan, stroller (optional), cooler bag (optional)

  Keperluan Ibu  : BH menyusui, Baju kancing depan/daster, Gurita ibu, pompa asi jika diperlukan, pembalut bersalin

2. Persiapan Fisik dan Mental Ibu
    
a. Persiapan Fisik
    Persiapan fisik berkaitan dengan kondisi badan si ibu hamil ini, nah menjelang kelahiran diusahakan kondisi badan harus se-fit mungkin dikarenakan banyaknya energi yang harus dikeluarkan ketika lahiran itu tiba. Dimulai dengan memperhatikan asupan makanan, makanlah makanan dengan gizi seimbang  yang kaya akan protein karena banyak diperlukan untuk daya tahan tubuh dan organ pendukung kelahiran. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam latihan fisik diantaranya :

   Latihan Pernapasan
Latihan pernapasan ini sangat sangat diperlukan dalam proses kelahiran, karena kemampuan mengatur napas panjang dan teratur adalah modal dalam proses kelahiran ketika kontraksi terjadi dan proses mengejan. Ada teknik pernapasan tersendiri dalam memudahkan proses kelahiran. Biasanya dalam setiap kegiatan senam hamil selalu diawali dengan latihan pernapasan ini. untuk selebihnya dapat dilihat di youtube.

   Latihan Senam Hamil
Senam hamil adalah salah satu untuk mempermudah proses kelahiran. Dimana senam disini untuk mempersiapkan kekuatan dan kelenturan otot yang mendukukng proses melahirkan. Senam hamil ini dapat berupa latihan panggul, kegel, berjongkok, latihan mengejan, dll. Selain itu adapula Yoga prenatal dan Pilates. Lakukankah senam ini 2 kali sehari pagi dan sore untuk memaksimalkan tubuh dalam proses kelahiran nanti.

b. Persiapan Mental
    kesiapan mental juga termasuk pada salah satu faktor mudahnya proses persalinan. Persiapan mental ini dapat dilakukan dengan Hypnobirthing (sudah disampaikan sebelumnya), untuk sedikitnya mengurangi rasa sakit. Rasa sakit melahirkan mungkin tetap ada namun kesiapan mental si ibu atas kehadiran si kecil yang ditunggu-tunggu selama 9 bulan dapat mengaburkan rasa sakit proses kelahiran. Adanya dukungan moril dari kelurga terdekat pun sangat dibutukan untuk ibu yang akan melahirkan. Jangan takut bun,, si kecil yang kita tunggu akan segera hadir menemani kita :)
   



  
   

si Kecilku Kini sudah Satu Tahun

0

Yeeaaayyy si kecil khansa kini sudah 1 tahun -Alhamdulillah-. Tepat hari ini 18 Agustus 2016 khansaku sudah menginjak usia 1 tahun, lahir 18 agustus 2015 pukul 00.50 dengan berat lahir 2.5 kg panjang 48 cm.. Banyak hal yang masya Allah menakjubkan, ini anak pertamaku dan kali pertama ini pula melihat bagaimana manusia diciptakan dari mulai proses kehamilan, kelahiran sampai pada perkembangan si anak menjadi manusia seutuhnya..

Review satu tahun si kecil

Khansa terhitung lambat dalam motorik kasar. Banyak faktor yang menyebabkannya seperti itu. salah satunya karena sering digendongnya si kecil sehingga si anak tidak bebas dalam mengexplore kemampuannya.



Motorik Kasar
 
Khansa baru bisa merangkak menginjak usia 11 bulan, dan ya kekhawatiran saya sebagai seorang ibu baru melihat anaknya tidak memiliki kemampuan yang sama pada usia sekian. Awalnya dokter menyarankan untuk dilakukan terapi merangkak. Tapi terapi itu urung dilakukan selain karna harganya yang mahal juga konsultasi yang baru bisa dilakukan setelah khansa 1 tahun (waiting list). Dan alhamdulillah kekhawatiran itu hilang setelah perlahan si anak mulai ada perkembangan.

Makan
Makan si kecil ini betul-betul lahap, tidak ada istilah GTM. Semakin semangat emaknya untuk buatin macam makanan sehat. Apapun dia makan, bahkan setelah makan utamapun dia masih bisa makan cemilan. alhamdulillah

Motorik Halus
Di usia 8 bulan khansa sudah mulai bisa tepuk tangan, dadah dadah, menjumput makanan dengan 2 jari, memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain. dan menjelang usia satu tahun ini banyak perkembangan (kemampuan bahasa dan sosial) yang bagi saya masya Allah. Khansa sudah bisa :

1. Bilang mba (untuk bunda)
2. aaaa (untuk ayah)
2. papapa
3. mamam
4. nyenyen
5. ckkckck (manggil kucing sambil tangannya #hmm susah deskripsiinnya )
6. Cium jauh
7. Pura-pura batuk
8. Elus-elus sayang
9. Pegang kepala klo pusing
10. Pegang idung klo bau
11. masukin sepatu atau kaos kaki ke kaki (walopun ga masuk hihi)
12. hush hush klo ada tikus
13. Joget
14. hao hao (halo halo klo nemu ponsel)
15. many more

Senang nya liat si kecil tumbuh kembang dengan baik dan sehat. kalau dikantor rasanya kangen sm khansa pengen cepet pulang bisa peluk c kecil. Segala puji bagi Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna.

Senin, 25 April 2016

Monster itu Bernama Postpartum Depression

0

Menyambung tulisan saya sebelumnya, kali ini saya akan mengulas tentang bagaimana Postpartum Depression (PPD) itu menyerang si ibu. kisah berikut ini saya kutip dari laman facebook tentang seseorang yang istrinya pernah mengalami PPD, berikut kisahnya :

Kepada para suami, dimanapun kalian..
Perkenalkan, saya Topan Pramukti, bapak satu anak yang pernah menyaksikan istri berjuang melawan Post Partum Depression. Pernah dengar? Saya tidak akan menjelaskan secara teori, di sini saya hanya ingin memohon agar kalian duduk sebentar, luangkan waktu barang 10 menit untuk membaca cerita saya ini sampai habis. Saya mohon.
Namanya Bunga, seorang teman saya yang tentu bukan nama sebenarnya. Beberapa waktu lalu ia melahirkan anak pertamanya. Kalau kalian pikir dia sekarang sedang di puncak bahagia, kalian salah. Hari-harinya, saat ini, dilalui dengan penuh air mata dan rasa cemas. Berkali-kali dia harus melawan dirinya sendiri, saat pisau di dekatnya kerap dia todongkan pada bayinya. Berkali-kali pula dia nyaris kehilangan nyawa, sebab baginya, pilihan hanya dua: dia atau anaknya yang mati.
Suaminya kemana? Ada. Mereka tinggal satu rumah dan tidur satu ranjang. Hubungan mereka baik-baik saja dan keluarga mereka (kelihatannya) normal dan bahagia. Tak ada masalah, tak pula ada orang ketiga. Ekonomi keluarga sedang berada di titik baik, pun kesehatan, semua baik.
Namun Bunga tetap meneteskan air mata setiap hari, dia tetap sesungukan, menangis, dan butuh pertolongan. Ibu muda itu sebisa mungkin menghindarkan pandangannya dari pisau atau benda tajam apapun, karena bisikan jahat itu bisa datang kapanpun dimanapun. Bunga selalu tidur membelakangi bayinya, karena untuknya, berhadapan adalah drama berujung histeris semalaman.
Bunga gila, ya? Bukan.. Dia adalah ibu yang menderita Post Partum Depression.
Cerita lain datang dari Lala, lagi-lagi bukan nama sebenarnya. Satu dari lusinan perempuan yang menjadikan istri saya, tempat mencari pertolongan. Saya tak pernah mengenal perempuan ini, seperti saya tak pernah mengenal perempuan-perempuan pencari pertolongan lain yang berderet di daftar kontak hape istri saya. Yang saya tau, ada seorang ibu muda tiba-tiba menulis pesan pada istri saya di twitter. Meminta nomer hape karena dia butuh diselamatkan. Satu alarm yang membuat istri saya langsung memberikan kontak padahal belum kenal: dalam pesannya dia menyebut-nyebut Post Partum Depression.
Singkatnya, Lala dan istri saya berkomunikasi lewat aplikasi whatsapp. Lala mengaku sering mendapati tubuhnya membiru, dingin, dan gemetar. Dia seperti mau mati, katanya. Lala takut keramas, dia cemas saat bilas matanya harus tertutup, membuka mata dalam keadaan tak bernyawa. Lala takut keluar rumah, takut mati di jalan. Lala takut ketemu orang baru, takut dibunuh.
Lala gila, ya? Bukan.. Dia sama seperti Bunga, seorang ibu yang menderita Post Partum Depression.
Lala dan Bunga bukan cuma ada dua, mereka banyak. Istri saya kerap salah menyebut nama saking banyaknya yang harus diladeni curhat. Saking banyaknya yang tiba-tiba menelpon sambil menangis jerit-jerit. Padahal sederet nama di kontak hape kami, hanya yang diantar takdir untuk menemukan kami, sebagai sebut saja: penyintas Post Partum Depression.

Lala dan Bunga punya satu kesamaan, mereka merasa gila dan tak ada seorangpun yang peduli dengan itu. Termasuk suami. Orang yang setiap hari ada di samping mereka, satu-satunya manusia yang mereka harapkan dapat mengerti kondisi mereka, bergeming tak peduli. Mereka melawan sendirian, berjuang sendirian.
Dua setengah tahun yang lalu, istri saya adalah Lala dan Bunga. Ia pernah nyaris membunuh bayi kami. Dia, pernah hidup berhari-hari di kolong kasur karena takut mati. Saya, pernah menganggapnya sakit jiwa. Saya pernah memilih diam tidak peduli. Ia pernah berjuang melawan Post Partum Depression, sendirian.

Tapi di tengah perjuangan, dia melawan dengan sangat keras. Dia mengumpulkan artikel-artikel tentang Post Partum Depression dan memberikannya pada saya, memohon agar saya membacanya seperti yang saat ini saya lakukan pada kalian.
Istri saya menekuk lutut, mengatupkan tangan, menangis, dan memohon sejadi-jadinya agar saya mau membaca dan memahami kondisinya saat itu. Karena dia tahu, hanya saya yang bisa membantunya berjuang melawan. Menurutnya, hanya saya yang mampu menyelamatkan nyawanya dan bayi kami.
Dia memeluk saya kencang, meminta setulus yang dia bisa, membasahi dada saya dengan air mata, membiarkan hati kami yang bicara. Saat itu, dia mungkin tahu, tak ada satu katapun yang dapat meluluhkan hati saya. Belum banyak pengetahuan soal Post Partum Depression beredar di masyarakat, tak ada banyak teori yang bisa dia sodorkan untuk saya. Di mata saya, dia sakit jiwa.
Dia cuma punya mata basah dan hati yang meluluh paling luluh, tanpa bicara dia memohon, dengan sangat. Hati tetaplah hati. Mata saya ikut basah, kami berpengangan tangan dan berjuang bersama-sama.
Kami, berdua, melewati hari-hari paling sulit. Saat dimana keuangan keluarga carut marut, bayi kami merindukan ibunya, pekerjaan yang menumpuk, dan istri yang terus hidup di kolong kasur sambil menangis menggerung-gerung. Kondisi istri saya semakin tak terkendali, sudah tak dapat dihitung berapa kali tinju yang dilayangkannya ke tubuh saya, tembok yang dipukuli, dan pintu yang dibanting.
Kami, berdua, menjalani titik rumah tangga paling rapuh. Andai saja saya memilih menyerah, mungkin saat ini kami tak lagi bersama. Mungkin istri atau bayi saya sudah pergi menghadap Gusti, atau kami bertiga sedang menjalani hidup masing-masing yang entah seperti apa hancurnya. Andai saja waktu itu saya memilih menyerah, tetap tidak peduli, rumah tangga kami berakhir sudah.
Kepada para suami, dimanapun kalian..
Post Partum Depression adalah serangan depresi yang menyerang ibu paska melahirkan. Pintu masuknya, adalah depresi yang lebih ringan, atau terkenal dengan nama Baby Blues. Faktanya, 80 persen ibu yang baru melahirkan MENGALAMI BABY BLUES. Jadi mari kita simpulkan, bahwa Post Partum Depression sangat mungkin terjadi pada siapapun, termasuk istri-istri kalian.
Saya mohon, dengan sangat, kalau sampai itu terjadi, tetaplah di sana. Tetaplah di sisi perempuan yang kalian ikat dengan janji suci, peluk dia, dan ikutlah berjuang. Bertahanlah, wahai para Ayah.. Saya bersumpah atas nama Tuhan, bahwa Post Partum Depression bukanlah hal yang mudah untuk dilewati sendirian. Perempuan yang memelukmu sambil berurai air mata, benar-benar butuh pertolongan.
Cari sebanyak-banyaknya artikel tentang depresi ini, konsultasikan pada dokter atau ahli, genggam tangannya erat, terus berjalan dan menangkan perjuangan. Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia.
Salam,
Topan Pramukti
Sumber : www.sujiwo.com
====================================
Cc Prakoso Bayu Adhi Widyanto
Bismillah, kelak si kecil hadir, tidak ada salahnya menyiapkan ilmu ini. Seperti katamu, hal yang demikian ini bila terjadi adalah bagian dari ujian, maka siapa saja dapat mengalaminya, termasuk istrimu ini. 5 tahun kita menantikan buah hati, dan bila Allah kehendaki ini terjadi, please stay with me, berjuang sampai menang. Saling mengokohkan pondasi taqwa dan keimanan, serta jadikan alquran sebagai penawar 


Satu lagi saya dapatkan kisah seorang ibu yang ternyata beliau adalah teman kerja di tempat pekerjaan saya sebelumnya. Dia bercerita tentang bagaimana Monster bernama Postpartum Depression itu menyerangnya. Sama halnya seperti diatas, keinginan-keinginan untuk bunuh diri atau membunuh anaknya yang kerap membayang-bayanginya.
Saya tidak akan mengulas lebih lanjut kisah beliau disini karena terlalu panjang, silahkan anda buka blognya https://langitamaravati.wordpress.com/2016/04/22/secabik-pesan-sebelum-saya-bunuh-diri




Dari sekelumit kisah diatas dapat saya ambil kesimpulan bahwa Postpartum Depression ini bukanlah hal kecil yang boleh kita biarkan ataupun kita diamkan. Harus ada penanganan khusus terlebih dukungan dari keluarga dekat terutama suami terhadap si ibu. Tidak ada satupun seorang ibu yang menginginkan hal ini terjadi, untuk itu ada baiknya kita sampaikan tentang Baby Blues Syndrome atau Postpartum Depression kepada kerabat sebelum si ibu melahirkan karena kita tidak tau apa yang akan terjadi setelahnya. Saya tidak mengalami PPD tapi saya sendiri mengalami bagaimana Baby Blues Syndrome itu terjadi, seperti yang saya sampaikan sebelumnya Baby Blues Syndrome dialami 14 hari pasca melahirkan, dan ya saya mengalami itu. Saya mengalami ketika saya takut malam datang karena si anak bangun dan menyusui, yang mana ketika itu menyusui adalah ketakutanku yang terbesar, saya takut menyusui dan saya takut terjadi sesuatu pada anak terlebih ketika anaku kuning sampai saya katakan "saya akan berikan anak ini kepada orang lain untuk dirawat" karena saya merasa tidak mampu menjadi seorang ibu, saya sempat menangis sendiri, entah kenapa rasanya dengan menangis beban saya hilang. Dan ya saya termasuk orang yang beruntung -alhamdulillah- saya tidak mengalami Baby Blues yang berkelanjutan (Postpartum Syndrome). Baby Blues itu berlalu karena dukungan dari keluarga terutama suami yang senantiasa mendampingi, senantiasa memberikan pengertian, senatiasa mendengarkan, senantiasa memeluk dan menyampaikan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Dalam hal ini saya benar-benar takut terjadi sesuatu pada ibu penderita PPD, saya tidak ingin bayi yang tidak berdosa menjadi korban dari ganguan psikologis seseorang. Saya berharap semoga Allah selalu melindungi mereka -Aamiin Ya Robbal Alamin-




Kamis, 21 April 2016

Baby Blues Sydrome or Postpartum Depression ?

2

Image result for arti baby bluesKata Baby Blues mungkin tidak asing lagi bagi sebagian ibu yang pernah mengalami kelahiran. Suatu sindrom yang dilansir banyak dialami oleh sekitar 50% - 80% wanita pasca melahirkan.

Apakah Baby Blues itu ?? Berbahayakah ???? 

Baby Blues Syndrome atau yang dikenal juga dengan sebutan Postpartum Distress Syndrome adalah suatu kondisi dimana muncul perasaan gundah atau perasaan sedih yang di alami oleh para ibu pasca melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada 14 hari pertama pasca melahirkan dan cenderung memburuk pada 3 ata 4 hari pasca melahirkan.

Banyak kalangan menilai adalah hormon yang menyebabkan ibu mengalami baby blues syndrome. Pada saat kehamilan, ibu banyak mengalami perubahan besar baik fisik maupun non fisik termasuk di dalamnya perubahan hormon. Begitu juga pasca melahirkan, perubahan tubuh dan hormon kembali terjadi lagi. Perubahan-perubahan yang kembali terjadi pada diri anda akan sangat mempenngaruhi perasaan ibu. Penurunan secara drastis kadar hormon estrogen dan progesteron serta hormon lainnya yang di produksi oleh kelenjar tiroid akan menyebabkan ibu sering mengalami rasa lelah, depresi dan penurunan mood.
Selain hormon, hadirnya si kecil yang harus betul-betul diawasi, dipenuhi perhatiannya, diasuh siang dan malam banyak menguras tenaga ibu, sehingga ibu mengalami keletihan dan kurang waktu istirahat. Perubahan pola hidup ini juga sebagai faktor banyak ibu pasca melahirkan mengalami depresi. Selain itu kecemasan yang menghantui para ibu, kecemasan akan masa depan anak, kecemasan apakah mampu atau tidaknya membesarkan anak dengan baik, dan kecemasan lainnya yang menghantui ibu juga bisa memicu baby blues syndrome.

Beberapa Gelaja pada Kasus Baby Blues Syndrome :

  1. Menangis tanpa sebab yang jelas
  2. Mudah kesal
  3. Lelah
  4. Cemas
  5. Tidak sabaran
  6. Enggan memperhatikan si bayi
  7. Tidak percaya diri
  8. Sulit beristirahat dengan tenang
  9. Mudah tersinggung

Bagaimana dengan Postpartum Depression ? Apakah Postpartum Depression itu ?

Sama halnya dengan Baby Blues Syndrome, Postpartum Depression adalah suatu kondisi dimana si ibu pasca melahirkan mengalami perasaan gundah, kekhawatiran yang berlebih, ketakutan, cepat marah, mudah putus asa, timbul perasaan tidak mampu menjadi ibu yang baik. Penyebabnya pun kurang lebih sama dengan gejala Baby Blues Syndrome seperti karena perubahan hormon, tekanan menjadi ibu baru, kurangnya bantuan dari keluarga, merasa terisolasi, kurangnya tidur bahkan riwayat keluarga terkait dengan depresi. Adapun perbedaan antara Baby Blues Syndrome dengan Postpartum Depression terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala tersebut. Jika pada Baby Blues Syndrome hanya dialami 14 hari pertama pasca kelahiran sedangkan pada Postpartum Depression, gejala tersebut akan lebih sering, lebih hebat serta lebih lama.

Bagaimana cara membedakannya?

Sebenarnya caranya mudah. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pola tidur si ibu. Jika ketika ada orang lain menjaga bayi, si ibu bisa tertidur, maka besar kemungkinan si ibu hanya menderita Baby Blues Syndrome (BBS). Namun jika si ibu sangat sulit tertidur walaupun bayinya dijaga oleh orang lain, maka mungkin tingkat depresinya sudah termasuk ke dalam Postpartum Depression (PPD). Jika ibu mengalami Postpartum Depression disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, karena dikhawatirkan ketidakmampuan si ibu mengontrol diri, bahkan dapat melukai dirinya sendiri ataupun bayinya.

Bagaimana Mengatasi Baby Blues Syndrome atau Postpartum Depression ??

Baby Blues Syndrome memang bisa dikatakan gejala normal ibu pasca melahirkan. Namun kondisi tersebut cukup menyiksa bagi ibu. Oleh karena itu di perlukan kiat-kiat untuk menghindari atau meminimalisir kondisi akibat baby blues synrome tersebut. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
  • Lakukan persiapan yang matang sebelum melahirkan. Persiapan di sini bisa meliputi persiapan fisik (perlengkapan bayi, dana, dll) maupun persiapan mental. Karena seorang ibu yang sudah matang dan siap dalam menghadapi persalinan, maka mental ibu akan terasah tatkala ibu memiliki buah hati baru.
  • Lengkapi pengetahuan ibu akan perawatan dan kesehatan seputar bayi. Pengetahuan bisa di dapat melalui buku, majalah, forum atau situs-situ bayi. 
  • Support dari keluarga sangat penting terutama dari suami guna menghindarkan ibu terkena baby blues syndrome. Berkeluh kesahlah pada suami, berbagi tugas dan tanggung jawablah dengan suami akan meringankan beban ibu
  • Berisitirahatlah selagi kesempatan untuk beristirahat itu ada. Merawat bayi memerlukan perhatian ekstra. Dibutuhkan tenaga dan pikiran yang tidak sedikit yang dapat membuat ibu sangat letih. Oleh karena itu jika ada waktu istirahat manfaatkan dengan baik, atau mintalah pengasuhan sebentar baik oleh suami atau keluarga lainnya untuk memberikan anda waktu untuk beristirahat.
  • Berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang lain dipercaya dapat mengurangi beban ibu pasca melahirkan. Anda bisa melakukan hal ini dengan berbagai komunitas ibu yang ada.
  • Perhatikan pola makan anda. jaga kebutuhan nutrisi dan vitamin bagi ibu. Selain untuk kualitas ASI, nutrisi dan vitamin yang terpenuhi akan membuat ibu makin tampil sehat pula.
  • Be positf. Buang jauh-jauh perasaan negatif tentang apa pun itu. Hidup akan terasa ringan jika anda selalu berpikiran positif.
  • Jangan lupa berdoa, berserahlah kepada Yang Maha Kuasa karena segala sesuatu pasti ada di TanganNya. Berdoalah agar kehidupan anda keluarga, dan anak anda senantiasa dalam lindungan dan berokahNya.

Kamis, 14 April 2016

Empat Perkara yang akan ditanyakan Di Padang Mahsyar

1

Image result for padang mahsyarHari ini alhamdulillah -segala puji bagi Allah- saya dapat ilmu lagi dari kakak saya yang sholeh (semoga Allah selalu merahmati beliau).. sebuah ilmu yang membuat saya untuk berfikir ulang mengenai kehidupan, apa yang telah saya kerjakan selama hidup didunia ini.

Berikut sedikit ulasan rekaman video dari Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas :

EMPAT PERKARA YANG DITANYAKAN KETIKA DI  PADANG MAHSYAR

Bismillah,
Segala puji dan sanjungan hanya pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita bersyukur atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita berupa nikmat Islam, iman, dan amal sholeh. Shalawat dan salam semoga tercurahkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hingga akhir zaman. Amma Ba’du

Setiap Muslim wajib mengenal Hari Akhir atau Hari Kiamat. Bahkan hal itu merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadits-hadits shahih diterangkan bahwa setelah dunia ini hancur, manusia yang di dalam kubur dibangkitkan dan semua akan dikumpulkan oleh Allah di Padang Mashyar.

Siapkah kita menghadapi peristiwa tersebut? Apa saja yang akan terjadi pada saat itu?
Pada saat itu manusia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Ta’ala tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini. Pada hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfaat apa yang dibanggakan selama di dunia ini. Pada hari itu hanya ada penguasa tunggal, yaitu Allah Ta’ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Karena Allah Ta’ala telah menganugerahkan nikmat-nikmat itu kepada manusia, maka sangat wajar apabila Dia menanyakan kepada manusia untuk apa nikmat-nikmat itu digunakan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR Tirmidzi dan Ad-Darimi).

1. UMUR
Umur adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari manusia. Bila kita berbincang-bincang tentang umur, maka berarti kita berbicara tentang waktu. Allah dalam Al-Qur’an telah bersumpah dengan waktu: ”Demi masa”, maksudnya agar manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang diberikan Allah adalah 24 jam dalam sehari-semalam. Untuk apa kita gunakan waktu itu? Apakah waktu itu untuk beribadah atau untuk yang lain, yang sia-sia?

Diantara sebab-sebab kemunduran umat Islam ialah bahwa mereka tidak pandai menggunakan waktu untuk hal-hal yanag bermanfaat, sebagian besar waktunya untuk bergurau, bercanda, ngobrol tentang hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan terkadang membawa kepada perkataan yang tidak berarti dan pertikaian. Sementara orang-orang kafir menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga mereka maju dalam berbagai bidang kehidupan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keadaan umat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada di antara mereka yang tidak mengerti ajaran agamanya dan ada yang tidak mengerti ilmu pengetahuan umum. Bahkan ada di antara mereka yang buta huruf baca tulis Al-Qur’an. Bila kita mau meningkatkan iman dan amal, maka seharusnyalah kita bertanya kepada diri masing-masing. Sudah berapa umur kita hari ini dan apa yang sudah kita ketahui tentang Islam, apa pula yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam ini? Janganlah kita termasuk orang-orang yang merugi.

2. ILMU
Yang membedakan antara Muslim dan kafir adalah ilmu dan amal. Orang Muslim berbeda amalannya dengan orang kafir dalam segala hal, dari mulai kebersihan, berpakaian, berumah tangga, bermuamalah dan lain-lain. Seorang Muslim diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya agar menuntut ilmu. Allah ta'ala berfirman:”Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS Az-Zumar [39] : 9)

Ayat ini kendatipun berbetuk pertanyaan tetapi mengandung perintah untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu agama hukumnya adalah wajib atas setiap individu Muslim, misalnya tentang membersihkan najis, berwudhu yang benar, cara shalat yang benar dan hal-hal yang dilaksanakan setiap hari. Karena bila ia tidak tahu, maka amalannya akan tertolak, dan Allah akan bertanya kenapa ia mengikuti apa yang tidak ia ketahui, seperti dalam firman-Nya:  "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Isra [17] : 36)

Ilmu yang sudah dipelajari oleh umat Islam harus digunakan untuk kepentingan Islam. Ilmu yang sudah dituntut dan dipelajari wajib diamalkan menurut syariat Islam. Ilmu tidak akan berarti apa-apa dalam hidup dan kehidupan manusia kecuali bila manusia mengamalkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena tiap-tiap orang dimudahkan menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya.” (HR Muslim)

3. HARTA
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Bagi tiap-tiap umat itu fitnah dan sesungguhnya fitnah umatku adalah harta.” (HR At-Tirmidzi dan Hakim)

Harta pada hakikatnya adalah milik Allah Ta’ala. Harta adalah amanat Allah yag dilimpahkan kepada umat manusia agar dia mencari harta itu dengan halal, menggunakan harta itu pada tempat yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Bila kita amati keadaan umat Islam saat ini, banyak kita dapati di antara mereka yang tidak perduli lagi dengan cara mengumpulkan hartanya, apakah dari jalan yang halal atau jalan yang haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah meramalkan hal ini dengan sabdanya: ”Nanti akan datang suatu masa, di masa itu manusia tidak perduli dari mana harta itu ia peroleh, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram.” (HR Al-Bukhari)

Setiap Muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencaharian hidupnya karena banyak manusia yang terdesak masalah ekonomi lalu ia hingga tidak perduli lagi dari mana harta itu ia peroleh. Ada yang memperoleh harta dari usaha-usaha yang batil, misalnya hutang tidak dibayar, korupsi, riba, merampok, berjudi dan lain sebagainya. Orang yang mencari usaha dari yang haram akan mendapat siksa dari Allah, seperti disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ”Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari barang yang haram, maka Neraka itu lebih patut baginya (sebagai tempat).” (HR Al-Hakim).

Harta yang kita dapat dengan cara yang halal harus pula kita infaqkan pada jalan yang benar pula. Bila tadi disebutkan bahwa harta itu milik Allah, maka wajib pula kita gunakan harta itu untuk dalam rangka menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.

Di dalam Al-Qur’an ada delapan golongan yang berhak mendapatkan zakat, yaitu para fuqara (orang fakir), masakin (orang miskin), amil (pengurus zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), untuk membebaskan budak, orang-orang yang berhutang, untuk perjuangan di jalan Allah (jihad fii sabilillah) dan orang yang sedang dalam perjalanan (musafir). Di masa-masa sekarang ini ada beberapa kelompok yang masuk prioritas ulama yang berhak mendapatkan infaq dan shadaqah, yaitu folongan fuqara, masakin danorang yang berjuang di jalan Allah.

Orang fakir adalah orang yang butuh, tetapi tidak mempunyai pekerjaan, sedangkan hidupnya digunakan untuk membantu agama Islam. Jadi orang fakir yang dibantu adalah orang yang hidupnya untuk berjuang di jalan Allah bukan pemalas yang tidak mau berusaha dan tidak melaksanakan syariat Islam. Sedangkan orang miskin adalah orang yang berusaha, tetapi usahanya hanya mencukupi kebutuhan minimalnya dalam keluarganya untuk makan sehari-hari.

4. BADAN
Manusia merupakan mahluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah di muka bumi ini. Dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal fikiran yang diberikan Allah, manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi, manusia dibebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Jasmani manusia ini dituntut bekerja untuk melaksanakan fungsi khilafah dalam rangka mengabdi kepada Allah. Letihnya manusia dalam melaksanakan ibadah kepada Allah akan diganjar dengan pahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka bermain-main, mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia, beribadah dengan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sia-sia letihnya itu, bahkan ada yang akan diganjar dengan api Neraka, karena mereka termasuk orang-orang yang celaka, sebagauna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:”Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa-masa semangat dan tiap-tiap masa semangat ada masa lelahnya, maka barangsiapa lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barangsiapa yang letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orang yang binasa.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

Demikianlah, pada hari mashyar masing-masing manusia akan diminta pertanggung jawaban atas segala perbuatan yang telah dikerjakannya selama hidupnya di dunia. Sudah siapkan kita menjawab pertanyaan-pertanyaan itu? Kalau belum, kapan lagi kita memperisapkan diri kalau tidak sekarang?

Segala puji bagi Allah, Penguasa sekalian alam, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.

sumber : abuayaz.blogspot.co.id


Rabu, 06 April 2016

Dilemanya Seorang Ibu Pekerja

0

hehehe judulnya aja sudah Dilema artinya cerita dibawah ini bakal sedikit membuatmu kebingungan.. ya ya ya #korbaninitalkshow hahaha secara i am a working mom dan sedikit curhatan emak pekerja, yang mana mungkin dialami semua para ibu pekerja.

hari ini dapet cerita lagi dari teman kerja (ceritanya pas lagi Rapat Anggota Tahunan koperasi,, hihihi duduknya dibelakang sih jadi bawaannya pengen ngobrol haha #alesan. Seperti biasa yang diceritakan ya ga jauh-jauh tentang masalah anak.. maklum baru jadi emak bawaannya penasaran mulu.
berikut sedikit ringkasan cerita hasil wawancara  tentang dilemanya para ibu pekerja. begini ceritanya #uhuk-uhukdulu

1. Ibu A.
    beliau bekerja satu divisi denganku, suaminya pun bekerja disini tepatnya di anak perusahaan kami. setelah 3 bulan menikah ibu A. mempunyai seorang anak laki-laki. kini si kecil berusia sekitar 13 bulan.
pagi si anak selalu diantar ke rumah neneknya dan sore pulang kerja selalu dijemput. beliau bercerita satu moment pergi jalan2. si kecil duduk di stroller tiba2 nangis dan yang dipanggil bukan mamihnya tapi neneknya #jleb setelah digendong ibunya pun tetep rengek panggil neneknya. akhirnya digendonglah si kecil sm papihnya, dan seketika diam. 8 jam lebih si anak bercengkrama dengan kakek neneknya mungkin yang menyebabkan si anak lebih dekat dengan mereka.

2. Ibu B.
    Beliau seorang ibu dari 2 anak laki-lakinya. satu kelas 5 SD dan yang kedua 3 tahun, Kober. beliau bercerita anak yang pertama sedikit bermasalah, sampai si ibu dipanggil oleh psikolog dari sekolahnya mengenai anaknya yang sedikit bermasalah dengan kemampuan kontrolling emosinya. usut punya usut diceritakanlah tentang keseharian si anak, yang ternyata si anak ini diasuh oleh neneknya mulai dari kecil sampe usia 4 tahun. yang artinya pengasuhan kakek neneknya ini yang membentuk kepribadiannya yang manja dan satu hal kurangnya kebersamaan dengan orang tua yang menyebabkan perasaan kurang diperhatikan. satu hari si anak bertanya tentang mamahnya, kenapa harus bekerja ?? si ibu bilang "Biar bisa belikan mainan untuk dede". walapun sebetulnya bukan itu alasannya.

3. Ibu C.
    Seorang ibu dari satu anak, yang juga dilema untuk bekerja. tapi dengan banyak hal pertimbangan akhirnya memutuskan untuk tetap bekerja. si anak berencana untuk masuk daycare tapi karena si nenek seolah ga rela cucunya masuk penitipan #fikirnyabakalditelantarin, diasuhlah sm neneknya. sampe akhirnya usia si anak menginjak 7 bulan, banyak hal yang belum dicapai seperti kemampuan merangkak, malas untuk bergerak karena banyaknya digendong si nenek.

4. Ibu D.
    Sama seperti cerita Ibu A. tapi ibu yang satu ini  bukan diasuh sm neneknya tp ada pengasuh tersendiri -baby sitter-. satu malam si anak merengek, nangis dan yang dipanggil pun bukan ibunya tapi si mba nya #jlebjuga.

saya pun disini sebagai seorang ibu pekerja, merasa dilema dengan keputusan untuk masih tetap bekerja. mengingat rasanya perkembangan anak itu wajib kita pantau, karena apapun yang terjadi di masa golden agenya akan mempengaruhi karakter dan masa depannya. tapi sama seperti para ibu diatas, ada hal pula yang belum dapat saya tinggalkan pekerjaan ini. tapi bagaimana pun caranya saya akan berusaha mengimbangi dengan perkembangan anak.

berbicara tentang daycare,, satu solusi untuk para ibu pekerja. ya,, bukan hanya sekedar penitipan yang hanya tidur makan main. tapi ada satu edukasi yang membantu terhadap perkembangan anak, adapula monitoring tentang perkembangan anak melalui psikolog.

apapun itu penitipan anak atau baby sitter, saya rasa pengasuhan yang paling terbaik adalah dari ibu dan ayah.

to be continueddd ................

Senin, 21 Maret 2016

Review MPASI Khansa 6 Bulan

1

180 hari sudah khansa MPASI.. aku putusin 180 hari karena keliatannya khansa pengen banget makan dan sesuai saran DSAnya khansa sudah boleh dikasi MPASI 5bulan 2 minggu tapi karna masih ragu.. takut terlalu dini dan akhirnya ku putuskan 180 hari saja ditambah omanya yang keukeuh cepet2 dikasih MPASI..

alhamdulillah dengan sekuat tenaga, dan dengan membagi-bagi waktu antara c kecil, suami dan pekerjaan kantor.. aku sempetin untuk buat MPASInya khansa HOMEMADE.. kenapa ??? karna aku yakin makanan homemade lebih terjaga kebersihannya, lebih terjamin vitaminnya dan lebih bahagia bisa sepenuhnya mengurusi c kecil ,, lebih puas pula (apalagii klo makannya lahap :') terharuuu)

awal memberi makan c kecil googling dulu sana sini,, cari referensi yang banyak, tanya temen2 kantor pula. dannn finally bingguunnng.. haha .. dan menemukanlah aku buku MPASI PERDANA CIHUUUYY ,, really really help me yang kebingungan ini.  penampakan bukunya :


Dibuku itu ditulis lengkap banget,, pas bangetlah untuk emak emak baru sepertiku. disitu ditulis mana makanan yang boleh diperkenalkan pada usia tertentu dan yang ditunda dulu. dan makanan yang dapat dibekukan istilahnya frozen food (Pas juga untuk emak emak pekerja) juga contoh jadwal MPASI sesuai usianya. sebetulnya sebelum memulai MPASInya khansa udah kubuatkan jadwal MPASI 6 bulan tapi ditengah jalan hehehe jangan ditanya, beda sama jadwalnya .. tapi yang penting aku kasih makan yang sesuai dengan usianya. kenapa beda karena alasan belum belanja, dll . jadi kubuatkan apa aja yang ada dilemari es.

sesuai dengan apa yang dikatakan DSA khansa, menganut sistem 3D atau 4D,, menu tunggal dulu selama 3 atau 4 hari untuk mengetahui adanya indikasi alergi..  oke aku ambil 3D, dan alhmadulillah lulus semua. khansa makannya lahap bangett (makin semangat deh emaknya masakin :D)

Berikut makanan yang sudah kukenalkan :

Serelia    : tepung beras merah, tepung beras coklat, tepung kacang ijo (semua aku pake GASOL)
Buah      : Pisang (awal dikasi pisang ga mau sepet kali ya hahaha maafkan bunda sayang), Pear Xiang Lie atau Singkao (dikasi tau ibu-ibu disupermarket hehe), alpukat (salah beli alpuket, sembelit deh :( ), Apel Merah, Pepaya California (udah berapa kali beli pepaya ditipu mulu sama si emang-emangnya), Jeruk Baby (awalnya ragu sama jeruk yang satu ini soalnya penampakannya ga meyakinkan tapi setelah dicoba,, sip manis)
Sayuran  : Kabocha (kesukaan khansa, manisss), Kentang (masih dilepehin :( ), zuchini, labu siam kecil, buncis baby, wortel, jagung manis.

Dari awal MPASI khansa sudah mulai makan 3 kali sehari, karna berat badan khansa yang hanya naik 1 ons dari bulan sebelumnya jadi untuk ngejar berat badannya khansa, dokter saranin untuk langsung makan 3 kali sehari. haddddeeeuuhhh lumayan dah untuk ibu pekerja macam begini,, extra tenaga dan extra waktu untuk siapin makan si kecil. sekarang si masih cemplang cemplung ga perlu keahlian memasak jadi agak gampanglah (maklum emaknya kurang ahli dalam memasak). tapi semua terbayarkan dengan lahapnya makan si kecil dan yakinnya semua menjadi ibadah.. insyaallah...

untuk MPASI 6 bulan ini semua aku buat pure tunggal dan untuk minggu ke 3 dan ke 4 sudah aku mix jadi ga hanya menu tunggal,, biar anaku banyak mengecap variasi makanan.















Hypnobirthing

2

Apa itu hypnobirthing ?
Gampangnya, adalah suatu metode relaksasi dikhususkan untuk ibu hamil. Dengan metode ini seorang ibu hamil bisa mendapatkan relaksasi yang mendalam, baik secara fisik, nafas dan pikiran. dalam keadaan relaksasi yang dalam ini seorang ibu bisa mengaktifkan pikiran bawah sadar. Dampaknya melalui pikiran bawah sadar yang aktif, ibu hamil dengan mudah mendapatkan suasana rileks, emosi stabil, nyaman dan bahagia. Inilah kondisi terbaik dalam persiapannya menghadapi persalinan. Dan ibu hamil yang melatih diri melalui metode hypnobirthing, ibu hamil bisa dengan mudah meminimalkan rasa sakit tanpa penggunaan obat obatan.
Dengan kata lain, hypnobirthing adalah penggunaaan hypnosis untuk proses persalinan yang alami , lancar alami. Ibu hamil masuk dalam relaksasi yang dalam dan dialakukan dalam keadaan sadar. Selain berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memperlancar proses persalinan. Hypnobirthing atau penggunaan hypnosis selama masa kehamilan bisa mencegah gangguan emosional baik saat sebelum persalinan dan setelah persalinan.
Ibu hamil bisa masuk dalam alam pikiran bawah sadar. karena kedahsyatan alam bawah sadar membuat seorang ibu bisa menjalin komunikasi efektif alias berbicara kepada si jabang bayi di rahim. Tentu saja jalinan kasih sayang kepada janin di dalam rahim akan terjalin sejak dini. Intinya manusia bisa mengkoordinasikan fungsi mind body soul (pikiran tubuh dan jiwa) secara harmonis sehingga didapatkan persaan bahagia dalam proses persalinan maupun saat masa kehamilan dan pasca melahirkan.

Sejarah singkat
Hypnobirthing berasal dari kata hypnos berarti tidur, merupakan penggalan dari kata hypnosis/hypnotism, yaitu komunikasi pikiran bawah sadar. Birthing berarti melahirkan. Meski demikian, hypnobirthing adalah suatu istilah yang dipatenkan oleh Marie F Mongan sejak tahun 1989. Meski secara modern di AS metode hypnotherapy untuk melahirkan sudah dikenal sejak tahun 1950-an dengan istilah istilah lain yang menandung pemaknaan yang sama yaitu hypnobabies, hypnobirth, hypnosis for birthing, hypnosis for babybirth , hypnosis for child . Selain itu tokoh tokoh hypnotherapy di berbagai penjuru dunia sudah biasa membantu wanita hamil – menghipnosis supaya dalam masa kehamilan bisa selalu tenang, rileks dan jauh dari rasa sakit.
Di berbagai belahan dunia dikenal pula teknik tradisional melahirkan tanpa rasa sakit. Melahirkan adalah fungsi alami wanita. Melahirkan tanpa rasa sakit bukan hal baru. Para ibu di desa desa di Afrika sudah punya tradisi lama dalam melahirkan tanpa banyak keluhan. Ini sejalan dengan Asumsi yang mendasari hypnobirthing, bahwa persalinan itu adalah keadaan fisiologis (keadaan normal sehat ) bukan patologis (keadaan sakit) yang dialami oleh wanita.

Penyebab Rasa Sakit dan Mekanismenya.
Nyeri atau rasa sakit dalam persalinan disebabkan karena kontraksi kuat selama menjelang persalinan. Ini adalah hal yang sangat alami. Setiap wanita mempunyai ambang rasa sakit yang berbeda beda. Rasa sakit yang dialamai wanita A berbeda dari wanita B atau wanita C dan itu sudah alami.
Rasa sakit karena hal hal fisik dalam tubuh disebut fisiological pain. Namun ada penyebab rasa sakit yang kedua yaitu psychological pain, atau rasa sakit yang muncul karena emosi atau perasaan, yang disebabkan karena rasa takut dan tegang.
Pertanyaannya, Kenapa rasa takut dan tegang menimbulkan kenyerian? Tak lain karena faktor sugesti negatif yang masuk ke pikiran bawah sadar. Dan salah satu hukum pikiran bawah sadar, bahwa pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imaginasi. Cerita cerita baik dalam sinetron, film atau ngerumpi tetangga bahwa melahirkan sangat sakit, akan bisa mempengaruhi wanita hamil seolah bahwa melahirkan akan berhadapan dengan rasa sakit yang tak terperikan. Sugesti negative ini jika diyakini akan juga menimbulkan rasa sakit jenis kedua.
Dengan hypnobirthing rasa sakit bisa diminimalkan mekainismenya baik secara fisiologis maupun psikologis. Secara fisiologis saat wanita masuk relaksasi hypnosis, gelombang pikirannya masuk ke gelombang alfa frekuensinya 7-14 hertz atau lebih dalam lagi ke gelombang theta frekuensinya 4-7 hertz. ketika pikiran masuk ke gelombang ini, manusia menghasilkan zar endorphin alami yang berguna untuk menghilangkan rasa sakit. Dan dalam hypnosis state ini, sistem metabolisme tubuh menjadi jauh lebih baik dan tubuh bebas dari ketegangan.
Sedangkan secara psikologis, segala seftalk negatif atau pengaruh negatif bisa dihilangkan dengan sugesti positif. Sehingga segala keyakinan keliru tentang persalinan bisa diganti dengan keyakinan yang lebih positif. akibatnya emosi lebih stabil, perasaan takut panik dan gelisah bisa dilenyapkan karena ada harmonisasi antara pikiran tubuh dan jiwa.

Siapapun bisa melakukan Hypnobirthing :
Setiap wanita bisa melakukan hypnobirthing. Prinsipnya adalah relaksasi pikiran , relaksasi nafas dan relaksasi tubuh. Relaksasi atau hypnobirthing ini bisa dilakukan oleh hypnotherapis, Dokter juga para medis kepada pasien sang ibu hamil, bisa juga dilakukan oleh suami (yang sudah mendapat pelatihan hypnobirthing) kepada istrinya saat masa hamil, bisa dilakukan oleh ibu hamil (self hypnosis) hanya dengan ikut pelatihan singkat.
Melakukan hypnobirthing hanya butuh pelatihan singkat, karena pada dasarnya upaya sinkronisasi antara mind body soul tidak sulit dilakukan oleh siapapun. Karena sebetulnya hypnosis adalah proses sehari hari yang disadari atau tidak disadari terjadi di sekitar kita, dan kita pun mengalami. Prinsipnya bagaimana kita bisa fokus, rileks dalam suasana tenang, dan kita sadar sepenuhnya.
Ada kekeliruan bahwa masuk ke hypnosis atau bawah sadar seolah oleh kita jadi tidak sadar bengong dll. Itulah kesalahfahaman yang selama ini dipegang oleh masyarakat. Karena memang banyak media yang meliput hypnosis dengan perspektif yang keliru.
Yang benar bahwa keadaan hypnosis atau masuk pikiran bawah sadar, sepenuhnya kita sadar. Jadi jangan samakan hypnosis utuk melahirkan seperti hypnosis dalam pertunjukan. Karena memang sangat berlainan banget.
Kenapa seorang ibu hamil darus diatih melakukan self hypnosis, karena supaya kapanpun ibu hamil menginginkan rileks. Ia bisa dengan mudah melakukan rileksasi atau self hypnosis untuk dirinya, sehingga ibu hamil jika mengalami keluhan fisik atau mental, dirinya bisa mengatasi dengan self hypnosis.

Manfaat Hypnobirthing
Untuk Ibu : Ibu hamil bisa memanage atau mengurangi kadar rasa sakit saat melahirkan, meminimalisir stress, depresi saat masa melahirkan, karena ibu jauh lebih mudah mengontrol emosinya. Ibu mendapatkan rasa nyaman, ketenangan dan kebahagiaan karena persalainan yang lebih lancar. Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalainan, malah beberapa kasus meski habis mengejan namun wajah menjadi jauh lebih segar. Mengurangi komplikasi medis dalam melahirkan.
Untuk janin : janin merasa ada kedekatan emosi dan ikatan batin lebih kuat, karena saat melakukan hypnobirthing ubu dan janin menjalin komunikasi bawah sadar, bayi yang dolahirkan relatif tidak kekurangan oksigen. Janin juga merasa damai dan mendapatkan getaran tenang serta pertumbuhan hormon melalui plasenta lebih seimbang.

Untuk Suami : Merasa lebih tenang dalam mendampingi proses kelahiran, emosi kehidupan suamiistri lebih seimbang, (karena ada wanita hamil yang bawaanya lebih marah marah, lebih egois dll) bisa diseimbvangakan dengan hypnobirthing. Jika suami melakukan hypnobirthing ke istri ada jalinan lebih mesra ke istrinya dan bisa mendekatkan dengan sang janin.

Keuntungan bagi Dokter dan para medis
Kerja lebih ringan, karena wanita yang masuk program hypnobirthing lebih stabil emosinya, tidak banyak mengeluh. Proses persalingan jauh lebih lancar dan cepat. Meminimalkan penggunaan opbat bius, kemungkinan komplikasi persalinan lebih kecil.Proses pembukaan jalan lahir lebih singkat, meminimalkan penggunaan induksi persalinan.

Teknik hypnobirthing
Teknik Ada berbagai teknik dalam hypnobirthing namun intinya masih seperti menghypnosis biasa yaitu preinduksi – induksi – deepening -terapeutic sugestion dan terminasi.
Preinduksi adalah persiapan masuk ke pikiran bawah sadar dan termasuk mengetahu sebgai manfaat melakukan hypnosis. Dalam aras pre induksi ini ibu hamil juga dilatih tungkat kepekaan terhadap sugestibilitas, bisa dengan menggunakan alat atau tanpa alat. Salah satu alat yang digunakan adalah pendulum cevreul, caranya diamkan pendulum dan pandang pendulum lalu berkonsetrasi menggerakkan pendulum ke kanan ke kiri atau berputar hanya dengan memfokuskan pikiran. Cara lain tanpa alat yaitu dengan metode arm levitation yaitu mengangkat dua tangan lalu merasakan sugesti tangan kiri seolah ada sensasi balon hingga tangan kiri terangkat ke atas, tangan kanan ada sensasi membawa buku berat sehingga merasa tertarik ke bawah. Biasanya hypnotherapis akan mengajarkan kepada ibu hamil yang ikut kursus hypnobirthing.
Tahap berikutnya adalah induksi yaitu tahap bagaimana meng-offkan pikian sadar dan masuk ke pikiran bawah sadar. Yang lazim gigunakan adalah progresif relaksasi yaitu relaksasi bertahap secara cepat dari ujung kepala secara bagian per bagian sampai ujung kaki. Berikutnya untuk memperdalam relaksasi dilakukan deepening, bisa menggunkan metode elevator seirirng dengan turunnya elevator maka relaksasi makin dalam, cara yang lai bisa menggunakan ball of light yaitu imaginasi kekuatan bola cahaya yang selain memperdalam relaksasi juga sekaligus sugesti menghilangkan kepenatan dan rasa capai. Setalah dilakukan deepening dilakuakna hypnotherapeuticnya, bisa sugesti badan sehat dan perasaan gembira, maupun imaginsi bagaimana melahirkan dengan nyaman dan damai serta tenang. Methode sugesti bisa bermacam macam, bisa disesuaikan dengan keadaan emosi dan fisikal pasien , namun jika pasien mengalami berbagi kasus trauma dan ketakutan yang berlebihan, memang perlu seorang hypnotherapist untuk membantu.
Seorang hypnotherapist akan mencari permasalahannya dengan metode hypnoanalisis. Sugesti bisa berupa mehtapora sugesti, bisa dengan empowerment sugesti maupun berbagai kalimat afirmatif. Setelah itu proses ditutup dengan terminasi sambil memberikan sugesti membuka mata dengan keadaadansgear budar.

Kapan mulai Program hypnobirthing ?

Biasanya kehamilan trimester pertama sudah bagus dilakukan hypnobirthing. Namun tidak juga terlambat kalau melakukan hypnobirthing setelah usia kehamilan 7 bulan bahkan sampai detik detik terakhir saat mau melahirkan. Pengalaman saya membantu ibu hamil, tidak ada efek signifikan kapan mulai dilakukan hypnobirthing. Hanya saja jika ibu tekun melakukan self hypnosis sejak usia kehamilan awal ibu bisa merasakan rilek jauh lebih baik, karena fkator sering dilatih. Selain itu pada usia 7 bulan dimana janin sudah bisa merasakan dan sudah ada proses memori, maka dalanm melakukan self hypnosis ibu sudah bisa bercakap cakap dan bercerita kepada janin di perut. Dengan melakukan self hypnosis seorang ibu atau ayah bisa melakukan bisikan batin bawah sadar kepada janindan hasilnya bagus untuk perkembangan janin dalam rahim ibu.
Sejauh ini juga belum ditemukan efek samping dari hypnobirthing, karena hypnobirthing tidak menggunakan obat obatan kimia, maka tidak mempunyai efek samping.
Ibu hamil di rumah juga bisa melakukan hypnobirthing sendiri, caranya gampang setelah tahu cara melakukan relaksasi pikiran bwah sadar, ari waktu yang bagus bisanya pagi atau malam hari, iringi music soft dengan irama monoton, syukur punya music dengan sistem bineural yaitu music yang tujuannya untuk menurunkan gelombang tubuh, lalu lakukan relaksasi dan visualisasikan kelahiran nyaman yang diinginkan dan berikan kalimat sugesti positif lalu akhiri dengan sugesti positif dan terminasikan diri anda buka mata dengan keadaan lebih segar dari sebelumnya.