Rabu, 06 April 2016

Dilemanya Seorang Ibu Pekerja

0

hehehe judulnya aja sudah Dilema artinya cerita dibawah ini bakal sedikit membuatmu kebingungan.. ya ya ya #korbaninitalkshow hahaha secara i am a working mom dan sedikit curhatan emak pekerja, yang mana mungkin dialami semua para ibu pekerja.

hari ini dapet cerita lagi dari teman kerja (ceritanya pas lagi Rapat Anggota Tahunan koperasi,, hihihi duduknya dibelakang sih jadi bawaannya pengen ngobrol haha #alesan. Seperti biasa yang diceritakan ya ga jauh-jauh tentang masalah anak.. maklum baru jadi emak bawaannya penasaran mulu.
berikut sedikit ringkasan cerita hasil wawancara  tentang dilemanya para ibu pekerja. begini ceritanya #uhuk-uhukdulu

1. Ibu A.
    beliau bekerja satu divisi denganku, suaminya pun bekerja disini tepatnya di anak perusahaan kami. setelah 3 bulan menikah ibu A. mempunyai seorang anak laki-laki. kini si kecil berusia sekitar 13 bulan.
pagi si anak selalu diantar ke rumah neneknya dan sore pulang kerja selalu dijemput. beliau bercerita satu moment pergi jalan2. si kecil duduk di stroller tiba2 nangis dan yang dipanggil bukan mamihnya tapi neneknya #jleb setelah digendong ibunya pun tetep rengek panggil neneknya. akhirnya digendonglah si kecil sm papihnya, dan seketika diam. 8 jam lebih si anak bercengkrama dengan kakek neneknya mungkin yang menyebabkan si anak lebih dekat dengan mereka.

2. Ibu B.
    Beliau seorang ibu dari 2 anak laki-lakinya. satu kelas 5 SD dan yang kedua 3 tahun, Kober. beliau bercerita anak yang pertama sedikit bermasalah, sampai si ibu dipanggil oleh psikolog dari sekolahnya mengenai anaknya yang sedikit bermasalah dengan kemampuan kontrolling emosinya. usut punya usut diceritakanlah tentang keseharian si anak, yang ternyata si anak ini diasuh oleh neneknya mulai dari kecil sampe usia 4 tahun. yang artinya pengasuhan kakek neneknya ini yang membentuk kepribadiannya yang manja dan satu hal kurangnya kebersamaan dengan orang tua yang menyebabkan perasaan kurang diperhatikan. satu hari si anak bertanya tentang mamahnya, kenapa harus bekerja ?? si ibu bilang "Biar bisa belikan mainan untuk dede". walapun sebetulnya bukan itu alasannya.

3. Ibu C.
    Seorang ibu dari satu anak, yang juga dilema untuk bekerja. tapi dengan banyak hal pertimbangan akhirnya memutuskan untuk tetap bekerja. si anak berencana untuk masuk daycare tapi karena si nenek seolah ga rela cucunya masuk penitipan #fikirnyabakalditelantarin, diasuhlah sm neneknya. sampe akhirnya usia si anak menginjak 7 bulan, banyak hal yang belum dicapai seperti kemampuan merangkak, malas untuk bergerak karena banyaknya digendong si nenek.

4. Ibu D.
    Sama seperti cerita Ibu A. tapi ibu yang satu ini  bukan diasuh sm neneknya tp ada pengasuh tersendiri -baby sitter-. satu malam si anak merengek, nangis dan yang dipanggil pun bukan ibunya tapi si mba nya #jlebjuga.

saya pun disini sebagai seorang ibu pekerja, merasa dilema dengan keputusan untuk masih tetap bekerja. mengingat rasanya perkembangan anak itu wajib kita pantau, karena apapun yang terjadi di masa golden agenya akan mempengaruhi karakter dan masa depannya. tapi sama seperti para ibu diatas, ada hal pula yang belum dapat saya tinggalkan pekerjaan ini. tapi bagaimana pun caranya saya akan berusaha mengimbangi dengan perkembangan anak.

berbicara tentang daycare,, satu solusi untuk para ibu pekerja. ya,, bukan hanya sekedar penitipan yang hanya tidur makan main. tapi ada satu edukasi yang membantu terhadap perkembangan anak, adapula monitoring tentang perkembangan anak melalui psikolog.

apapun itu penitipan anak atau baby sitter, saya rasa pengasuhan yang paling terbaik adalah dari ibu dan ayah.

to be continueddd ................

0 komentar:

Posting Komentar